"Teng, teng, teng." Bunyi bel masuk membuyarkan birahi gue. Dia bergegas berlari menuju kelasnya.
"Kampret, lagi enak-enakan birahi." Pikir gue dalem hati
Gue mulai memasuki kelas dengan santainya. Semua penghuni berlarian seperti kekurangan oksigen. Gue mulai berfikir, ruangan segede ini mana mungkin kehabisan oksigen. Tapi itu mungkin juga terjadi, karena temen-temen gue hidungnya gede-gede semua. Gue rasa kalo lagi ngupil pasti pake jempol kaki. Makannya gede. Tiba-tiba.
"Hueek, bau apa ini ?" Gue penasaran.
"Itu si Gentong." Jawab Wala yang dari tadi mencari oksigen.
"CEPET CARI OKSIGEN WOY!!! JANGAN SAMPAI MATI KEKENYANGAN KENTUT!!" Gue berteriak memberi semangat. "KENTUTNYA BERACUN WOY!! AWAAAASSS!!"
"LEBIH BAHAYA DARI AIR LIUR KOMODO!! CARI OKSIGEN!!" Wala ikutan panik.
"Eh, kalian keluar dong !! Jangan cuman muter-muter di kelas. Kentutnya jadi nyebar ini goblok."
Gentong tidak bereaksi sama sekali, dia hanya diam di bangku tanpa mencari oksigen. Gue rasa hidungnya udah rusak dengan bau kentutnya sendiri.
"Anjing, gue pengen kentut." Si Item malah pengen ikutan kentut.
Asal kalian tau, si item ini selalu makan jengkol tiap pagi. Katanya biar nafasnya segar. Sesegar minyak aromaterapi. Menurut gue, itu mulut baunya udah sama kalo di sebelahin sama WC. Busuk !
Bisa kalian bayangkan bagaimana kentutnya.
Preeeeet... Preet,pret,pret,pret..
Suara itu makin menambah panik seisi kelas. 5 Orang sudah tewas karena kekurangan oksigen. Mulut penuh busa, hidung penuh upil.
Gue mulai membuka jedela. Bau kentut mulai menghilang. Seisi kelas terkapar keracunan.
***
Teng.. Teng.. Teng..
Jam istirahat di mulai, seperti biasa gue udah berada di kantin setengah jam sebelum bel. "Gue gak mau cuma istirahat lima belas menit, gue maunya sejam! Kasihan otaak gue kalo kelamaan belajar." Itu prinsip gue kalo sekolah. Bodoh banget kan.
Kali ini gue di kantin cuman bareng Wala. Gue berjalan berduaan melewati tangga. Berjalan melewati lorong juga berdua. Pegangan tangan. Pelukan. Lalu *sensor otomatis dari blogger*. Lah kok kena sensor. Gue coba lagi ah, *sensor otomatis dari blogger*.
"WOY KAMPRET !! SEJAK KAPAN KALO NULIS *sensor otomatis dari blogger* DI SENSOR. KAN ! KENA SENSOR LAGI ! DASAR BLOGGER *sensor otomatis dari blogger* *sensor otomatis dari blogger* *sensor otomatis dari blogger* !!"
" WOY !!!! JANGAN NULIS KOTOR DONG !! DASAR USER *sensor otomatis dari blogger*" Blog gue ngeluarin suara sendiri. Suaranya kesensor sendiri lagi.
Lanjut ke kantin. Jangan bahas sensor.
Pas bel berbunyi kita udah siap di kantin. Kita bersiap mencari mangsa. Iya, adek kelas yang kece. KElahatan CElanadalemnya. Semenit kita menunggu, belum ada tanda-tanda. Dua menit, belum ada juga. Dua menit koma lima-lima mulai kelihatan.
"Woy, itu si vina nongol." Gue bersiap untuk mangsa kali ini. Vina adalah adek kelas yang haus
Gue mulai menjalankan strategi, gue pengen ikutin yang disinetron itu. Tabrakan- jadian-pelukan-*sensor otomatis dari blogger*. Vina berjalan menuju kantin, Wala memegangi plastik berisi es. Vina mulai mendekati kantin, kira-kira 10 meter dari tempat gue berdiri.
" Gimana ? Udah siap ? Gampang tuh." Wala meyakinkan.
"Siap !!" Jawab gue lantang.
"Mari kita eksekusi dia !"
"OTAK LO YANG HARUS DI EKSEKUSI!! ITU ORANG GOBLOK, BUKAN TIKUS PERCOBAAN!!" Kok gak kena sensor ya. Aseek.
Gue pura-pura keluar dari kantin. Lalu gue tabrak dia. Karena gue terlalu semangat dia jatuh terguling.
PLAAAK...
Gue di tampar.
"Pake mata kalo jalan." Vina marah-marah.
"Ya pake kaki dong kalo jalan." Gue ngeledek.
"..."
Kita masih terdiam di gerbang kantin. Tiba-tiba.
"AAAAAAKKKKKKK, KECOOOOAAAK NEMPEL DI BAJU GUE. AAAAKKKK!!" Gentong datang dengan suara mirip monyet.
Bruaaak..
Gentong menabrak Wala, Es di tangan wala lepas. Ini ceritanya slow motion ya. Es mulai terlempar keatas. Kini si ES jatuh ke bawah, tepat di atas kepala gue. Vina dengan cekatan mengambil es yang akan tumpah itu. Dia berhasil memegangnya. Horeee.
Tiba-tiba lagi. Tangan Vina dengan cepat menghantamkan ES tersebut ke kepala gue. Gue basah, mandi ES, rasa Sirsak.
"Rasain lu ! Kalo sama cewek jangan macem-macem." Vina pergi dari gerbang kantin menuju kelasnya lagi.
Gue cuman bisa sedih, kancut gue basah. Kasihan titit gue kedinginan karena Es rasa sirsak. Ntar, kalau istri gue mau *sensor otomatis dari blogger* jadi rasa sirsak dong. Kenapa enggak Strawberi ya tuhan !!
Haha, sekarang Google keras memberantas po***gra*i :D
ReplyDeleteiya nih kak, kena sensor terus
Delete